Depok, 16 Agustus 2016
Waktu menunjukkan pukul 00.50 wib tepat saat saya sampai di rumah. Secangkir kopi dan segelas teh hangat manis menjadi teman setia yang selalu menyambut kedatangan saya setiap kali habis pulang bekerja. Hal yang sudah disiapkan oleh ibu sebelumnya saat saya dalam perjalanan pulang.
Beberapa "seruputan" dan satu batang rokok yang saya nyalakan menjadi aktivitas wajib setelah saya membereskan dan sedikit membersihkan badan sehabis perjalanan. Satu hal yang membuat sekumpulan rasa lelah berubah menjadi rasa santai. Ingin sekali saya segera beristirahat, namun benak yang selalu mengawang menjalankan simpuls saraf perintah saya yang menuju ke otak agar tidak dulu terlelap. Sesuatu yang kiranya sudah menjadi ganjalan pikiran selama perjalanan pulang. Membuat suatu tulisan baru sebagai penyambut "Hari Spesial", bagi saya pribadi. Yaa !! RE BORN ( DAY ). Suatu kata yang bermakna terlahir kembali. Suatu ulangan waktu yang selalu berulang setiap tahunnya di dalam satu hari. RE BORN. Satu kata yang begitu saja timbul di benak saya saat dimana saya beristirahat sejenak di salah satu minimarket di kawasan Cimanggis, Depok, saat perjalanan kembali pulang ke rumah. Satu kata yang membuat diri ini tidak ingin begitu saja larut oleh kelelahan bekerja. Satu kata yang harus saya publikasikan di blog sebagai pembuka di hari kelahiran saya.
Depok, 17 Agustus 1987. Senin pagi di sebuah Rumah Sakit di kawasan Jalan Raya Sawangan. Rumah Sakit Umum Bhakti Yudha namanya. Saya terlahir dari rahim seorang ibu yang bernama Asnah dan bersuamikan Hardjono, Ayah saya. Ayah pada saat itu, tidak lain adalah seorang pegawai swasta dari rumah sakit yang bersangkutan. Lebih kurang, dua puluh lima tahun Beliau mengabdikan dirinya sebagai karyawan disana. Dan, disana pula keduanya dipertemukan pada awal mula, sebelum bersepakat untuk menuju jenjang pelaminan, dimana pada saat itu, Ibu sedang dirawat untuk dilakukan operasi dikarenakan terkena penyakit usus buntu.
Kembali kepada saya, waktu pada saat itu menunjukkan pukul 06.30 wib pagi. Yaa, tepat dimana sebagian besar masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tercinta, hari dimana setiap bangsa Indonesia terbebas dari belenggu penindasan penjajah selama lebih kurang tiga setengah abad atau tiga ratus lima puluh tahun oleh Belanda. Waktu yang tidak sebentar bagi kita semua jika dibayangkan. Saat itu, saya terlahir normal, dengan memiliki nama lengkap ASHADI EKO BHAKTI PRIATANTO. Nama yang cukup panjang. Nama tersebut atas pemberian dari Ibu saya. Beliau berinisiatif, jika nanti mempunyai anak, akan diberikan nama yang panjang, dikarenakan semua saudaranya diberikan nama yang pendek, bahkan hanya cukup diucapkan dengan satu kata. Alasan yang cukup menggelikan bagi saya sebenarnya. Tetapi, dibalik nama tersebut, terdapat beberapa maksud sehingga jadilah nama seperti itu. Saya ingin sedikit menguraikan mengenai nama saya. AS HA DI EKO BHAKTI PRIATANTO. Di awal kata, sengaja saya beri spasi. Kenapa?? Berikut penjelasan saya : AS = berasal dari suku kata terdepan nama Ibu saya, yaitu ASNAH dan HA = berasal dari suku kata terdepan nama Ayah, yaitu HARDJONO. Begitupun DI = berasal dari salah satu suku kata nama dokter yang pada saat itu menangani proses persalinan kelahiran saya, yaitu dr. DIDI. Mengenai kata berikutnya, yaitu EKO, seperti arti pada umumnya orang jawa, yang memiliki makna Satu/Pertama yang menandakan bahwa saya adalah anak pertama dari Ayah dan Ibu. Berikutnya mengenai kata BHAKTI, menandakan bahwa saya terlahir di RSU BHAKTI YUDHA. Dan PRIATANTO sendiri menjelaskan bahwa saya terlahir sebagai bayi laki-laki. Seperti itu lah kira-kira maksud dari nama saya tersebut.
RE BORN, yang memiliki makna sebagai terlahir kembali, menunjukkan bahwa di dalam pemilihan judul, saya berharap bahwa apa saja, selama lebih kurangnya satu tahun kebelakang, yang sudah saya lalui menjadi suatu pelajaran agar saat dimana saya "terlahir kembali", saya dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebuah kata yang sederhana namun sarat oleh makna bagi saya.
Setengah jam sudah berlalu dari waktu kepulangan saya tadi. Jam menunjukkan pukul 01.35 wib. Rasa kantuk yang mulai menghinggapi selalu saya "lawan" dengan kembali menyeruput kopi yang masih tersaji. Begitupun segelas teh manis hangat, yang masih menunggu giliran untuk kembali saya habiskan. Belum cukup rasanya jemari ini ingin menghentikan "tariannya" di keyboard handphone yang saya jadikan sarana sebagai penulisan tulisan ini. Entah kenapa, saya merasa, dengan saya menulis suatu tulisan, apapun halnya, saya merasakan satu kepuasan tersendiri terhadap apa yang saya tulis. Tidak berpikir untuk siapa saya menulis, atau seberapa banyaknya orang yang membaca tulisan saya ini. Tetapi dengan satu harapan, siapapun yang membacanya, semoga mendapatkan suatu informasi atau bahkan inspirasi untuk melakukan hal lain yang ingin dilakukannya. Terkadang, menulis memang tidak dapat dipaksakan. Butuh situasi serta mood yang tepat guna merealisasikan suatu karya tulis hingga selesai, terlebih apa yang menjadi bahan tulisan tersebut berupa suatu informasi atau hal yang sangat penting. Beberapa tulisan saya yang sudah dapat saya publish, merupakan kumpulan kejadian di dalam suatu perjalanan dimana setiap detail yang saya ingat, selalu saya coba tuangkan di dalam tulisan tersebut. Beberapa terkadang loose, atau perlu suatu editan dengan satu dan lain alasan yang mendasarinya. Saya bermaksud hanya ingin membagi pengalaman dengan "trip story" tersebut sebagai "teman ringan" dikala waktu senggang kalian.
Lebih kurang satu jam, waktu yang saya butuhkan untuk menghabiskan secangkir kopi yang menemani saya menulis tulisan ini. Masih ada segelas teh manis hangat yang dapat menemani saya untuk dapat menulis beberapa panjang paragraf selanjutnya.
1987. Dua puluh sembilan tahun berlalu sampai detik ini. Suatu perjalanan yang cukup panjang, yang menandakan seseorang suatu lebih dari sekedar dewasa dan menjadi "orang". Menjadi suatu pribadi yang tidak saja hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak berpangku tangan kepada orang lain, dan berhak menentukan arah jalan kedepannya. Bagi saya, apa yang telah saya jalani sejauh ini adalah suatu perjalanan karier yang panjang. Semisal, saya pernah bekerja sebagai pramuniaga saat awal karier saya, yang saya jalani berbarengan dengan kuliah saya. Saya pernah menjadi security di sebuah apartemen mencakup pusat perbelanjaan terbesar di kawasan jakarta pusat, serta bertahan dengan seperti apa saya sekarang ini. Saat dimana kematangan berpikir serta passion diri timbul seiring waktu yang saya jalani selama saya menekuni pekerjaan yang saat ini saya geluti. Di awali oleh pengalaman sebagai daily worker saat terjun pertama kali di dunia kuliner, beranjak menjadi waiter serta berujung kepada captain di sebuah Rumah Makan khas Sunda yang namanya sendiri sudah cukup besar bagi kalangan masyarakat umum menengah atas. Disana, banyak sekali hal yang dapat saya pelajari, semisal seperti apa cara melayani yang baik, cara melakukan pendekatan terhadap tamu guna memberikan service terbaik, serta beranjak kepada seperti apa diri kita memenej para bawahan saat sudah memiliki kewenangan sebagai atasan. Tidak terkecuali saat ini, dimana kapasitas saya di Zushioda, selain sebagai staff pusat yang menghandle sebuah outlet atas kepemilikan kakak sepupu, juga meliputi sebagai trainer yang dimana saya mempunyai tanggung jawab penuh untuk memberikan pelatihan kepada calon staff baru, terutama di daerah, dimana cabang Zushioda berada. Banyak hal yang saya alami selama menjalani training di setiap daerah. Tidak saja hal yang menggembirakan, tetapi juga kesusahan yang sudah menjadi sisi lain yang mengikutinya.
Seruputan pertama sudah untuk segelas teh manis hangat yang tersaji. Jam sudah semakin beranjak pagi, pukul 02.06 wib. Mata sudah mulai terkantuk, serta badan sudah merasakan letih yang "berkecukupan". Tetapi sekali lagi, jemari tangan ini masih saja ingin menuliskan apa yang terlintas di benak. Sedikit saya ingin mengungkapkan mengenai harapan saya di usia yang genap dua puluh sembilan tahun keesokan harinya. Pertama, mengenai karir saya pribadi di Zushioda. Semoga di waktu yang akan saya jalani, saya selalu diberikan kesehatan serta keluasan ilmu agar dapat saling berbagi dengan sesama rekan kerja, baik di outlet pusat maupun di daerah. Semakin banyak ilmu yang saya berikan, tentu akan semakin banyak pula pelajaran dari berbagai sisi mengenai hal yang bersangkutan. Semoga saya tetap diberikan keluasan berpikir dan dijauhkan dari sifat sombong dan takabur terhadap ilmu yang telah saya dapat. Hal kedua mengenai pribadi saya sendiri. Saya termasuk kedalam pribadi yang emosional, terkadang tidak dapat berpikir panjang serta mengedepankan ego yang timbul saat suatu masalah menghadang di depan. Semoga dengan semakin bertambahnya usia, semakin saya mengalami suatu masalah yang satu dan masalah yang lainnya, saya diberikan kesabaran yang luas dalam menghadapinya serta dapat memilih jalan terbaik sebagai satu solusi penyelesaian. Dan hal ketiga, yang tidak kalah pentingnya. Mengenai jodoh. Jika berbicara mengenai hal ini, saya akan menyerahkannya kembali kepada Allah SWT. Saya hanya dapat berdoa dan berharap, dapat dipertemukan dengan orang yang terbaik, bukan berdasarkan pertimbangan saya pribadi, tetapi atas dasar rencana Allah SWT. Sebaik-baik perencana, adalah SANG MAHA PENCIPTA. DIA MAHA MENGETAHUI apa yang kita rencanakan.
Hari semakin pagi, saat saya kembali membakar rokok sebagai penghilang rasa kantuk yang sepertinya sudah tidak dapat saya tahan lagi. Saya akan habiskan rokok, kemudian beranjak untuk merapatkan punggung saya dikasur. Apa saja yang saya tuliskan di atas, merupakan spontanitas dari apa yang terlintas di benak saat ini. Tidak ada tujuan tertentu di dalam tulisan ini, selain sebagai "persembahan" bagi diri saya pribadi yang akan genap berusia dua puluh sembilan tahun pada tujuh belas Agustus keesokan harinya. Hari dimana tidak saja sebagai peringatan kelahiran saya, tetapi juga sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke - 71 tahun. Sebuah usia yang sudah cukup renta jika diibaratkan sebagai seseorang. Saya pribadi berharap, semoga segala kondisi di berbagai bidang di negeri ini, dapat menjadi lebih baik lagi, terutama dalam pengelolaan Sumber Daya Alamnya sendiri yang merupakan hak semua warga negara Indonesia.
Sebagai akhir dari tulisan ini saya mengucapkan DIRGAHAYU NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA KE - 71.
MERDEKAAAAA !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar